Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Tuesday, 17 July 2012

Mobil Listrik yang Dikendarai Dahlan Mogok

Mobil listrik yang dikendarai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mogok di tengah jalan sebelum sampai ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dahlan berangkat sekitar pukul 08.40 dari bengkel penciptanya, Dasep Ahmadi di Depok. Ia menuju ke Gedung BPPT di Jalan Thamrin. Dahlan menceritakan dirinya sempat memacu kendaraan tersebut hingga kecepatan 70 km per jam. Namun sesampainya di daerah kedutaan Jepang di Jl. Thamrin, Dahlan mematikan mobil tersebut karena diminta wawancara oleh salah satu wartawan media televisi.

Setelah selesai dan ingin melanjutkan perjalanannya, mobil tersebut sulit hidup. Setelah mencoba men-start beberapa menit, akhirnya mobil tersebut menyala kembali.

Tetapi perjalanan tersebut harus terhambat kembali karena mobil listrik kembali mati persis di depan Sarinah Thamrin. Dahlan yang berkendara didampingi pencipta mobil listrik itu, Dasep Ahmadi, akhirnya keluar dan mengecek kendaraan tersebut.

via VIva News

Monday, 16 July 2012

Ada Opsi Baru Proyek Selat Sunda Kata Menteri PU

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto membenarkan adanya kemungkinan atau opsi untuk memisahkan pengerjaan proyek Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) dengan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).

"Itu salah satu alternatif, saya akan sampaikan kalau sudah ada keputusan," kata dia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 17 Juli 2012.

Djoko mengungkapkan, pembahasan proyek tersebut masih tertunda sampai saat ini. Alasannya, kementerian terkait masih sibuk dengan urusan masing-masing. "Kami belum ada penjelasan lagi soal itu," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana mengungkapkan, saat ini kementerian terkait di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sedang mengkaji beberapa opsi yang dimungkinkan.

Pemerintah,  sangat berhati-hati terkait dengan proyek ini KSISS maupun JSS. Sebab, investasi yang dibutuhkan sangat besar. Apalagi, ada salah satu opsi lainnya yang mempertimbangkan akan menyertakan anggaran APBN dalam proyek interkoneksi dua pulau tesebut.

"Kalau pakai APBN, berarti harus ada pembahasan dengan DPR. Apakah akan mulai 2012 atau 2020," tambahnya saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu

via VivaNews

Hatta: Proyek Selat Sunda Tak Dipecah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menutup kemungkinan akan dipisahkannya pengerjaan proyek Kawasan Strategis infrastruktur Selat Sunda (KSISS) dengan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Hatta menjelaskan, jika proyek tersebut dipisah atau dipecah, nantinya pertumbuhan kawasan strategis tersebut tidak akan berkembang. Sebab, biaya logistik, khususnya untuk transportasi tidak dapat ditekan.

Selain itu, menurutnya, besar kemungkinan pembangunan JSS dapat tertunda jika pengerjaannya dipisahkan dengan proyek KSISS. "Kalau dipisahkan secara ekonomis, tidak akan dibangun," kata Hatta di kantornya Jakarta, Selasa 17 Juli 2012.

Selain itu, Hatta menambahkan, esensi dari pembangunan KSISS tersebut adalah untuk membangun interkoneksi antara kedua pulau sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.

Jika keterhubungan itu dapat direalisasikan, dirinya optimistis, kawasan tersebut akan dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi andalan Indonesia ke depannya.

"Jadi, yang kita sebut dengan kawasan JSS itu mengintegrasikan antara pusat-pusat pertumbuhan daerah Banten dan Lampung," tambahnya.

Menanggapi banyaknya masukan-masukan opsi terkait dengan pembangunan proyek tersebut yang berkembang saat ini, Hatta mengakui, sebagai ketua dewan pengarah akan mencoba mengakomodir kepentingan semua pihak.

Namun, dirinya meyakini pasti ada titik temu atau solusi yang terbaik untuk mempercepat realisasi proyek itu. Tentunya, yang menjadi tujuan utama pemerintah akan dapat tercapai. "Saya akan mendengarkan masukan dari provinsi, Menkeu. Selalu saja ada titik temu, tidak usah dipertajam," tuturnya.

via VivaNews