Showing posts with label Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Sunday, 15 July 2012

Tertekan China, Saham Indonesia Masih Positif

Pasar saham Indonesia dibuka menguat tipis pada Senin 16 Juli 2012. Pelaku pasar masih tetap optimistis meski pertumbuhan ekonomi ekonomi China melambat.

Indeks Harga Saham Gabungan pada pukul 10.40, berada di level 4.043,52 menguat 23.85 poin atau 0,59 persen. Sedangkan indeks LQ45 menguat 4,62 poin atau 0,67 persen ke 691,80.

"Pelaku pasar optimistis pertumbuhan ekonomi China akan meningkat pasca keputusan cut rate PBOC pada 5 Juli lalu," tulis laporan harian BNI Securities.

Pertumbuhan ekonomi China melambat di kuartal kedua 2012 ke level 7,6 persen. Pertumbuhan ini jauh di bawah kuartal pertama yang mencapai 8,1 persen. Perlambatan ini salah satunya dipicu turunnya kinerja ekspor China yang merupakan sektor dominan penyumbang pertumbuhan ekonomi.

Indeks Asia yang lain cenderung variatif. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,05 persen ke 19.083,57 pada pukul 10.50 waktu setempat, setelah sebelumnya berada di garis hijau. Indeks Straits Times Singapura  menguat tipis 0,17  persen ke 3.000,62 pada pukul 10.50. Sedangkan perdagangan saham di Jepang tutup karena libur nasional.

via VivaNews

Friday, 13 July 2012

Sentimen Domestik Dominasi Penguatan IHSG

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia berbalik arah menguat atau rebound pada awal transaksi hari ini, Jumat 13 Juli 2012. Sentimen domestik disinyalir menjadi faktor utama pergerakan positif IHSG.

IHSG dibuka naik ke level 3.984,76 pada perdagangan akhir pekan ini, melanjutkan prapembukaan pagi tadi yang menguat 0,65 poin atau 0,02 persen di posisi 3.984,77. Sementara itu, pada penutupan transaksi kemarin, indeks melemah 35,01 poin atau 0,87 persen ke level 3.984,12.

Menurut analis PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, IHSG berhasil rebound, karena terpicu sentimen domestik seperti pencatatan saham perdana emiten baru, rencana pembagian dividen, dan ekspektasi positif laporan keuangan kuartal kedua sejumlah emiten yang bakal dirilis.

"Selain itu, sisi teknis yang menunjukkan adanya peluang rebound pada indeks turut memengaruhi pergerakan di pasar saham," kata Purwoko saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Jumat.

Dia mengaku bahwa sentimen eksternal sedang tidak bersahabat seperti data ekonomi Amerika Serikat dan China, serta perkembangan penanganan krisis Eropa dan global yang masih mencemaskan investor.

"Kita tahu, The Fed melalui FOMC terkait stimulus tambahan tidak terlalu memuaskan pasar," ujarnya. Selain itu, ekspektasi data pertumbuhan ekonomi China kuartal II-12 diperkirakan hanya sebesar 7,7 persen, atau lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 8,1 persen. "Hal itu ikut memukul pasar global maupun regional Asia," tutur Purwoko.

Seperti diketahui, bursa Asia juga masih belum beranjak dari sisi negatifnya.

via VivaNews